Pirogen atau endoksin bakteri adalah produk metabolit dari pertumbuhan mikroba, larut air, tahan panas, LPS-nya tidak dapat dihancurkan dengan sterilasasi uap air/penyaringan (Encyclopedia II: 203).Pirogen adalah produk metabolisme mikroorganisme umumnya bakteri dankapang serta virus telah dilaporan sebagai penghasil pirogen. Bakteri gram negatif memberikan zat pirogenik paten seperti crudotoksin, secara kimiawi, pirogen adalah zat lemak yang berhubungan dengan suatu molekul pembawa yang biasanya merupakan polisakarida, tapi juga merupakan suatu peptida (Lachman : 641).

Pirogen dibagi menjadi 2 kelas  (Pyrogen :11):

a)    Pirogen eksogen berasal dari luar tubuh dan menginduksi kenaikan suhu ketika diinjeksikan kepada manusia dan hewan, walaupun lipopolisakarida (endoksin) jelas berada dimana-mana. Pirogen eksogen penting, terdapat perbedaan kimia yang besar yang belum disatukan dalam penyebab kenaikan suhu, ketika diinjeksi dibawah kesadaran yang cocok. Umumnya kelas dari pirogen dan eksogen termasuk mikroba, komponen-komponen mikroba dari bakteri gram negatif, gram positif, fungi, dan virus. Juga pirogenik non mikroba seperti beberapa obat : steroid-steroid, fraksi plasma dan bahan tambahan sintetik muarmil dipeptida. Pirogen endogen dihasilkan secara internal oleh inang dalam respon untuk stimulasi berbagai pirogen eksogen.

b)    Pirogen endogen adalah bahan sintetik yang homogen dengan berbagai sel tubuh setelah dikeluarkan sebagai endotoksin oleh pirogen endogen.

Pirogen dapat masuk dalam sediaan dalam arti berupa mikroorganisme hidup/mati. Mungkin sumber terbesar dari berbagai kontaminasi adalah air yang digunakan pada proses pembuatn. Walaupun destilasi yang tepat akan menyediakan air bebas pirogen, kondisi penyimpanannya harus tidak dapat dimasuki oleh mikroorganisme dan pertumbuhannya dicegah.

Sumber potensial yang lain dari kontaminasi adalah perlengkapan. Bahan-bahan pirogenik melekat kuat pada gelas atau permukaan lain. Residu dari larutan dalam peralatan yang digunakan sering terjadi menjadi kultur bakteriyang terkontaminasi pirogenik. Walaupun peralatan yang sudah dicuci dibiarkan di udara dapat mengandung nutrisi yang nyata untuk pertumbuhan mikroorganisme karena pengeringan tidak menghancurkan pirogen, pirogen dapat tinggal dalam peralatan selama jangka panjang. Pencucian yang baik akan menurunkan dan pemanasan kering akan mencegah kontaminasi peralatan yang cocok untuk digunakan bahan terlarut dapat menjadi sumber nitrogen. Bahan terlarut dapat mengkristal/mengendap dari larutan berair yang mengandung kontaminasi pirogenik. Pada proses ini, pirogen dapat didihalangi melalui lapisan partikel. Dalam beberapa kasus, bahan terlarut dapat dimurnikan dengan rekristalisasi dan pencucian pengendapan atau cara lai untuk penghilangan pirogen. Proses pembuatan harus diperhatikan sekali dansecepat mungkin untuk meminimalkan kontaminasi. Tidak ada produk yang seharusnya disiapkan dengan proses yang lengkap dalam satu hari kerja termasuk sterilisasi (RPS 18th : 1550).

Dipirogenasi dapat dicapai dengan 2 cara  (pyrogen : 203) : dengan menginaktivasi atau menghilangkan endotoksin. Inaktivasi dapat dilakukan dengan pemurnian molekul lipopolisakarida denganmenggunakan sejumlah besar perlakuan kimia yang memecah / merusak bahan kimia lain/gugus yang dibutuhkan untuk aktivasi pirogenik. Sebagai alternatif lain molekul dapat dirusak secara total dengan menggunakan beberapa metode yang berbeda baik berdasarkan karakteristik fisik dan endotoksin seperti berat molekul dan muatan elektrostatik/afinitas endotoksin pada permukaan yang berbeda.

a)    Depirogenasi Endotoksin dengan Inaktivasi

1. Hidrolisis Asam Basa

Despirogenasi menggunakan hidrolisis asam basa/alkali menurunkan atau menghilangkan aktivasi biologi dari lippolisakarida bakteri dengan aktivasi lemak A. Lemak A adalah rantaiinti polisakarida atau 2 keto 3 asam dioksiketon. Rantai asam 8 karbon asam gula khusus dari LPS bakteri Hidrolisis asam aktif pada asam labil ketosidik ini pada inti yang terpisah dari lemak A dari sisa molekul LPS.

2. Oksidasi

Pengetahuan tentang inaktivasi oksidasi dari endotoksin dapat ditemukan ketika Hanrd melaporkan bahwa sel Salmonella Typosa menghilangkan kapasitas produksi demam ketika dicuci dengan H2O2.  Dari asam lemak yang dihasilkan dalam lemak A dari LPS dapat dianjurkan.

3. Alkilasi

Endotoksin dilaporkan dengan bahan pengalkil menurunkan pirogenitas endotoksin dihilangkan dengan asam anhidrat. Grup yang sama dilaporkan lapisan diturunkan ketika endotoksin digunakan dengan subsinat anhidrat. Disamping mekanisme reaksi ini secara perlahan dengan asetilasi.

  1. Perlakuan dengan panas kering.
  2. Perlakuan dengan panas lembab.
  3. Radiasi ionisasi.
  4. Poliniksin B
  5. LAL (Limolas Amobacyte Lisate)

b)    Despirogenasi dengan Menghilangkan Endotoksin

  1. Pembilasan.
  2. Destilasi
  3. Ultrafiltrasi
  4. Osmosa bolak balik
  5. Karbon aktif
  6. Daya tarik elektrosatik dengan jalan modifikasi media
  7. Daya tarik hidrofobik pada media hidrofobik

Istilah ”pirogen” berarti ”menghasilkan demam”. Jadi pirogen yang mana merupakan substansi yang dibentuk oleh mikroorganisme kadang-kadang terdapat dalam cairan parenteral dan membentuk reaksi fibril ketika larutan diinjeksi ke pasien. Pirogenik yang khas/reaksi fibril tidur dari perasaan kaku dan panas yang mana dapat terjadi ketika 15 menit hingga 8 jam setelah injeksi larutan yang mengandung bahan pirogenik. Pengalaman pasien mengalami kenaikan temperatur dan denyut jantung. Reaksi ini diikuti oleh keringat yang berkelebihan dan turunnya temperatur. Mual, muntah, sakitkepala dan albuminuria dapat menyertai (Scoville’s : 195).

Pustaka :

  1. Gennaro,A.R, et all, (1990), “Rhemingtons Pharmaceutical Science”, 18th Edition, Marck Publishing Company, Pensylvania.
  2. Howard, Ansel, (1989), “Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi”, UI Press,Jakarta.
  3. Jenkins, Glen, dkk, (1957), “Scoville’s The Art of Compounding”, MC Growhill, Book Company,New York.
  4. Parrot, Eugene C, (1980), “Pharmaceutical Technology”, Collage of PharmacyUniversity of Iowa,Iowa City.
  5. Torce, Salvatore dan Robert S King, (1974), “Sterile Dosage Form”, Lea Febinger, Philadelphia.
About these ads

About rgmaisyah

Hidup sangat indah bila kita mau berbagi kebahagiaan kepada sesama...

One response »

  1. guntur mengatakan:

    thx,,,berguna bgt nh artikelny…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s