Hipertensi adalah penyakit kardiovaskular yang biasa terjadi. Pada survey yang dilakukan pada tahun 2000, hipertensi dialami pada 28% dari warga Amerika yang berusia dewasa dan sekitar 90% dari keturunan Amerika-Kaukasia berpotensi menderita hipertensi dalam hidupnya.

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolis dan diastolis berada diatas normal. Tekanan darah bervariasi sepanjang hari antara batas-batas tertentu dan yang terendah terjadi pada malam hari sewaktu tidur. Pada umumnya, tekanan darah untuk dewasa dari 120-140 mmHg/80-90 mmHg dianggap sebagai tensi normal.Prevalensi terjadinya hipertensi dipengaruhi oleh usia, ras, pendidikan dan berbagai hal lainnya.

Resiko hipertensi yang tidak diobati sangat besar dimana tekanan darah yang terlampau tinggi menyebabkan jantung memompa lebih keras, yang akhirnya menyebabkan gagal jantung (decompensatio) dengan rasa sesak dan udema di kaki. Pembuluh darah juga akan mengeras guna menahan tekanan darah yang meningkat. Pada umumnya, resiko terpenting adalah serangan pada otak (stroke, beroerta, disertai dengan kelumpuhan separuh tubuh) akibat pecahnya suatu kapiler, dan mungkin juga infark jantung. Begitu pula cacat pada ginjal dan juga dapat mengakibatkan kebutaan pada mata. Komplikasi otak dan jantung tersebut, sering berakibat fatal; di Negara-negara barat, 30% lebih dari seluruh kematian disebabkan oleh hipertensi.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah, yaitu :

  • Garam. Ion natrium mengakibatkan retensi air, sehingga volume darah bertambah, menyebabkan daya tahan pembuluh meningkat. Juga memperkuat efek vasokonstriksi noradrenalin.

  • Drop (liquorice), dalam jumlah banyak dapat meningkatkan tekanan darah karena bersifat retensi air.

  • Stress (ketegangan emosional), meningkatkan tekanan darah dengan efek vasokonstriksi dari adrenalin dan noradrenalin.

  • Merokok. Nikotin dalam rokok bersifat vasokonstriksi yang memperkuat efek buruk hipertensi terhadap pembuluh darah.

  • Pil antihamil, mengandung hormon wanita estrogen, yang bersifat retensi garam dan air.

  • Hormon pria dan kortikosteroida, juga berkhasiat retensi air.

  • Kehamilan. Yang terkenal adalah kenaikan tekanan darah selama kehamilan. Mekanisme hipertensi ini serupa dengan proses di ginjal; bila uterus direnggangkan terlampau banyak (oleh janin) dan menerima kurang darah, maka akan dilepaskan zat-zat yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Secara umum, hipertensi tidak memberikan gejala yang khas, baru setelah beberapa tahun adakalanya pasien baru merasakan nyeri kepala pagi hari sebelum bangun tidur; nyeri ini biasanya hilang setelah bangun. Gangguan hanya dapat dikenali dengan pengukuran tensi dan adakalanya melalui pemeriksaan tambahan terhadap ginjal dan pembuluh. Diagnosis hipertensi ditegakkan bila kenaikan darah menetap pada pemerikasaan ulang dalam jarak 1-2 minggu.

Bentuk-bentuk hipertensi, meliputi :

  • Hipertensi primer

Adalah hipertensi yang tidak diketahui dengan jelas etiologinya. Dapat merupakan suatu keadaan genetic serta pola hidup yang tidak sehat.

  • Hipertensi Sekunder

Disebabkan adanya perubahan organ secara patofisiolagis misalnya pada stenosis arteri renalis, penyakit ginjal kronis, cushing sindrom, hipertireosis, blok jantung total, keracunan CO.

Patofisiologi penyebab hipertensi :

  • Peningkatan aktivitas system saraf simpatik

  • Produksi yang berlebihan hormone yang menahan natrium dan vasokonstriktor.

  • Asupan natrium yang berlebihan

  • Tidak cukupnya asupan kalium dan kalsium

  • Defisiensi vasodilator (prostasiklin, nitrogen oksida, dan peptide natriuretika)

  • Perubahan ekspresi system kalikren-kinin yang mempengaruhi tonus vascular dan penanganan garam ginjal

  • Penyakit Diabetes Mellitus (DM).

Penggolongan dan Pemilihan obat-obat antihipertensi

Penggolongan obat-obat antihipertensi meliputi :

1.Obat-obat diuretika,

Dimana penurunan tekanan darah dipengaruhi dengan pengaturan dan penurunan natrium dan volume darah, atau mekanisme lainnya. Meningkatkan pengeluaran air dari tubuh.

Diuretika yang biasa digunakan adalah Furosemida, Spironolakton dan HCT.

2. Senyawa-senyawa simpatoplegis yang bekerja sentral,

Dimana penurunan tekanan darah dipengaruhi dengan penurunan resistensi vascular, penghambatan fungsi jantung, dan peningkatan kapasitas vena. (dua efek terakhir berdasarkan penurunan output jantung). Senyawa-senyawa ini dibagi berdasarkan tempat kerjanya pada saraf simpatis.

Senyawa β-blocker (Propranolol, Atenolol, Labetolol), memperlambat kerja jantung, sebagai anti adrenergik dengan jalan menempati secara bersaing reseptor β-adrenergik. Blokade reseptor ini mengakibatkan peniadaan atau penurunan kuat aktivitas adrenalin dan noradrenalin. Reseptor β1 di jantung(juga di SSP dan ginjal) dan reseptor β2 di bronchi(juga didinding pembuluh dan usus).

Senyawa α-blocker (Terazosin, Doxazosin, Fentolamin), mengurangi pengaruh SSO terhadap jantung dan pembuluh, dengan memblok reseptor α-adrenergik yang terdapat pada otot polos pembuluh, khususnya di pembuluh kulit dan mukosa. Reseptor α1 dan α2 berada pada post-synaptis serta α2 yang juga berada pada pre-synaptis. Senyawa α-blockers dibagi atas 3 kelompok yaitu : α-blockers tak selektif (fentolamin), α-1-blockers selektif (prazosin, doxazosin), dan α-2-blockers selektif (yohimbin).

Zat-zat dengan kerja pusat (Methyldopa, Clonidine), Agonis α2-adrenergik yang menstimulasi reseptor α2-adrenergik yang banyak sekali terdapat di SSP (otak dan Medulla). Akibat perangsangan ini melalui suatu mekanisme feedback negative, antara lain aktivitas saraf adrenergic perifer dikurangi.

Senyawa pemblok ganglion (Succynilcholine), bekerja secara kompetitif dengan reseptor nikotinik kolinoreseptor pada post-ganglionik neuron pada ganglia simpatik dan para simpatik.

Senyawa pemblok neuron adrenergik (Guanethidine, Reserpine), senyawa-senyawa ini bekerja untuk menurunkan tekanan darah dengan menjaga pelepasan normal norepinefrin dari post-ganglion neuron simpatis.

Antagonis Ca (Nifedipin, Diltiazem, Verapamil), Menghambat pemasukan ion Ca ekstrasel ke dalam sel dan dengan demikian mengurangi penyaluran impuls dan kontraksi myocard serta dinding pembuluh.

3. Vasodilator langsung,

Menurunkan tekanan darah dengan merelaksasi otot vascular, yang kemudian meningkatkan dilatasi vessel, dan –dalam berbagai variasi- meningkatkan kapasitasnya. Terdiri atas vasodilator perifer dan vasodilator koroner (hidralazin, minoxidil).

4.Senyawa pemblok atau yang bekerja pada Angiotensin,

Menurunkan resistensi vascular dan (terutama) volume darah. Bekerja menurunkan tekanan darah dengan mencegah pengubahan enzimatis dari angiotensin I menjadi angiotensin II oleh ACE. AT II ini merupakan hormone aktif dari system rennin-angiotensin.

ACE-Inhibitor (Captopril,Enalapril,Lisinopril), bekerja menghambat konversi AT I menjadi AT II.

AT II-blockers (Losartan, Valsartan, Candesartan), bekerja dengan menduduki reseptor AT II yang terdapat di mana-mana didalam tubuh.

Pemilihan obat antihipertensi

Sebagai antihipertensi pilihan pertama adalah golongan diuretika atau β-blockers atau kombinasinya. ACE-inhibitors merupakan pilihan kedua, sedangkan antagonis Ca digunakan sebagai cadangan berhubung adanya keraguan mengenai efektivitas dan keamanannya.

Hipertensi pada Diabetes Mellitus, digunakan suatu ACE-inhibitors atau suatu β-blockers selektif. Hipertensi pada masa kehamilan diatasi dengan pemberian methyldopa (Dopamet ®), dengan toksisitas dan efek samping yang lebih rendah, yang digunakan untuk penanganan hipertensi ringan hingga sedang.

Tindakan-tindakan umum penurunan tekanan darah (perbaikan pola hidup)

  1. Menguruskan berat badan,

  2. Mengurangi garam dalam diet,

  3. Membatasi kolesterol diet,

  4. Berhenti merokok,

  5. Membatasi minum kopi,

  6. Membatasi minum alcohol,

  7. Cukup istirahat dan tidur,

  8. Gerak badan.

Referensi :

  1. Tan Hoan Tjay, Kirana Rahardja. 2003. Obat-Obat Penting Edisi Kelima. Elex Media Komputindo. Jakarta.

  2. Betram G. Katzung. 2007. Basic And Clinical Pharmacology Tenth Edition. Mc Graw-Hill Medical Publishing Division, Pennsylvania.

  3. Anonim. 2008. Capoten Tablets. www.dailymed.com. Diakses Mei 2008.

About rgmaisyah

Hidup sangat indah bila kita mau berbagi kebahagiaan kepada sesama...

One response »

  1. Sahabat sehat mengatakan:

    Salam sehat,

    Good article and nice blog.

    Keep update with health news/journal in http://www.sahabatsehat.co.cc

    CU there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s