Cosmetics Processes & Formulations hand Book

With Herbal Cosmetics Technology & Formulae

Eiri Board Of Consultants & Engineers

Engineers India Research Institute

Evaluasi detergen sebagai basis shampoo

Tes awal untuk evaluasi detergen dan sebagai basis shampoo diukur dari tegangan permukaan dan tegangan antar muka.

Raw material untuk shampoo

Bahan utama yang terdapat pada shampoo dapat di klasifikasikan sbb :

  • Surfaktan, booster foam, dan stabilizer, conditioning agent, bahan tambahan khusus, pengawet, sequestering agent, bahan modifikasi viskositas, bahan pengopak atau clarifying agent, pewangi dan pewarna.

Bahan Tambahan

  • Bahan pelembab

Bahan pelembab ini ditambahkan untuk meningkatkan pengaturan, rasa dan kilauan dari rambut. Bahan yang diketahui memiliki efek pelembab pada rambut termasuk bahan-bahan berlemak seperti lanolin, minyak mineral; bahan-bahan alam seperti polipeptida, derivate-derivat telur, ekstrak-ekstrak tumbuhan; dan produk sintetik yang didesain seperti surfaktan dan resin (damar).

  • Modifikasi viskositas

Kekentalan shampoo dapat diperoleh dengan sejumlah senyawa-senyawa. Senyawa ini dapat digunakan untuk memodifikasi viskositas dari shampoo termasuk elektrolit, gom alat, derivate selulosa, dan polimer karboksivinil dan lainnya. Dalam daftar termasuk ammonium klorida, natrium klorida, gom karaya, tragakan, alginate, hidroksiselulosa, hidroksipropilselulosa, cmc, karbopol 934, ester fosfat, sabun TEA, alcohol polivinil, dan alkanolamida.

  • Bahan Pengopak dan Penjernih

Sejumlah bahan pengopak atau yang memberi efek kilauan mutiara. Pelarut non ionic, alcohol, fosfat meningkatkan transparansi. Bahan-bahan pengopak adalah alkalonamida atau asam-asam lemak tinggi, glikol mono dan di stearat, propilenglikol dan glikol monostearat dan palmitat, lemak alcohol (setil,stearil), emulsi susu dari polimer vinil dan lateks, magnesium kalsium atau garam zink dari asam stearat, oksida serbuk disperse halus atau titanium oksida, dan magnesium aluminium silikat.

Bahan penjernih seperti : etanol, isopropanol; propilenglikol, heksilen; glikol.dimetil-oktin diol fosfat; polietoksi alcohol dan esternya.

  • Sequestering agent

Bahan ini digunakaan untuk mencegah penimbunan dari garam kalsium dan magnesium dari sabun ke rambut. Garam-garam EDTA dan polifosfat adalah yang paling banyak digunakan sebagai sequestering agent dalam shampoo.

  • Pengawet

Pertumbuhan bakteri dalam shampoo dapat menghancurkan detergen sehingga menghasilkan perubahan warna dalam produk.

Surfaktan dalam shampoo dipengaruhi oleh sifat bakterisid dari bahan anti bakteri. Hal ini harus dipertimbangkan dalam pemilihan pengawet. Meskipun, konsentrasi yang tinggi dari pengawet diperlukan dalam shampoo. Bahan anti mikroba yang paling efektif adalah formaldehid. Formaldehid menjadi tidak efektif dengan adanya surfaktan dan digunakan dengan konsentrasi 0,1-0,15%. Tetapi ini tidak sesuai dengan bahan shampoo seperti protein hidrolisat.

Ester dari para hidroksi benzoate efektif melawan fungi, tetapi diinaktivasi oleh surfaktan non-ionik. Dan juga tidak efektif terhadap pseudomonas.

  • Pewangi

Pengaroma yang dipilih harus larut dan sesuai dengan shampoo. Viskositas dan stabilitas shampoo tidak dipengaruhi. Pengaroma herbal, buah atau bunga dapat digunakan dalam shampoo.

  • Formulasi

Shampoo dapat diklasifikasikan dalam kelompok utama sbb :

  • Shampoo cair jernih

  • Shampoo krim/losion cair

  • Shampoo krim

  • Shampoo gel

  • Shampoo bubuk

  • Shampoo foam aerosol

About rgmaisyah

Hidup sangat indah bila kita mau berbagi kebahagiaan kepada sesama...

7 responses »

  1. Desy mengatakan:

    gini,. aQ mau tanya, ekstrak herbal biasanya kan warnanya hijau, jadi itu sangat menyulitkan bila diformulasi menjadi jadi shampo cair transparan, karna warnanya bakal hijau pekat. kira-kira kamu tahu tidak bahan apa yang bisa menyamarkan warna hijau itu ???? thank U.

  2. rgmaisyah mengatakan:

    buat desy….thanks sdh mampir di blog ini.
    Konsentrasi berapa persen ekstraknya yang dipakai untuk pembuatan shamponya? ada beberapa jenis shampo, salah satu diantaranya adalah shampo opak, yang dibuat dengan bahan pengopak sehingga warnanya tdk menjadi bening sehingga kemungkinan besar warna ekstrak bisa terpudarkan.
    Untuk referensi lebih jauh, silahkan membaca buku-buku formulasi kosmetik seperti cosmetic technology ( ini dlm betk e-books) dan buku formulasi kosmetik karangan jellineck.

  3. eka mengatakan:

    buat aisyah..mau nanya ni untuk pembuatan shampoo, handsoap, sabun cair surfaktan yang dipake apakan sama? klo saya baca2 kq semua menggunakan sls ya…trus yang membedakan dari ketiganya apa…apakan bahan tambahannya? tq

  4. key mengatakan:

    infonya amat bagus makasih ya

  5. Afra mengatakan:

    bisa nanya mbak?mang apa keunggulan sampo cair transparan ketimbang sampo biasa yang banyak beredar dipasaran.kenapa produsen lebih banyak memilh memproduksi sampo biasa keimbang sampo transparan.apa dlm pembuatan sampo transparan susah atau gimana???mohon penjelasannya…sapel saya juga dari ekstrak herbal tapi mau dibuat transparan

  6. Liana mengatakan:

    Intersting blog, I’m sorry that you don’t write in Enghish your articles. I undestand that your passion is Chemistry, is mine too.

  7. lintya mengatakan:

    bahan2 untuk m’buat shampoo itu ap saja sich,,,,,,,,,,??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s