Paracetamol ( Asetaminofen ) merupakan salah satu obat analgesik-antipiretik yang sangat populer. Paracetamol dapat tersedia daam berbagai macam sediaan seperti tablet, kapsul, tetes, eliksir, suspensi dan suppositoria. Paracetamol pada umumnya diberikan dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg bahan aktif. Paracetamol juga sering dikombinasikan dengan bahan obat lain dalam satu formulasi.

Paracetamol Structure

Paracetamol Structure

1. Spetrofotometri UV

Dapat ditetapkan kadarnya secara spektrofotometri  UV karena mempunyai kromofor yang mampu menyerap sinar UV. Paracetamol dalam etanol mempunyai panjang geombang maksimal 249 nm dengan nilai E1%1cm sebesar 900.

Sebanyak 100 mg Paracetamol ditimbang saksama lalu dilarutkan dalam etanol. arutan dimasukkan dalam labu takar 100 mL dan ditambah etanol sampai batas tanda. Sebanyak o,5 mL larutan diambil dan dimasukkan kedalam labu takar 100 mL dan ditambahkan etanol hingga batas tanda. Larutan ini lalu diukur absorbansinya pada 249 nm terhadap blanko yang berisi etanol sehingga didapatkan absorbansi larutan baku (Ab). Untuk sampel dilakukan dengan cara yang sama sehingga didapatkan absorbansi sampel (As). Untuk perhitungan kadar sampel digunakan rumus berikut ;

kadar Paracetamol = As/Ab X Konsentrasi baku X Faktor Pengenceran

2. Spetrofotometri Visibel

a. Metode Bratton-Marshall

dilakukan dengan cara menghidrolisis paracetamol dengan asam sehingga terbentuk amin aromatis primer yang selanjutnya didiazotasi dengan asam nitrit (berasal dari natrium nitrit dalam suasana asam) membentuk garam diazonium, lalu dikopling dengan naftil etilen diamin.

b. Metode Amonium Molibdat

Berdasarkan reaksi antara Paracetamol dengan amonium molibdat dalam medium asam kuat yang menghasikan molibdenum biru teah dikembangkan oleh Morelli. Hukum Beer’s dipenuhi sampai pada konsentrasi paracetamol 6 mcg/mL. Batas deteksinya adalah 0,10 mcg/mL dan nilai absortivitas molarnya pada panjang gelombang 670 nm sebesar 2,6 X 10 4 L/mol.

Tablet Paracetamol

Tablet Paracetamol

Referensi ;

Sudjadi & Abdul Rohman, 2008. Analisis Kuantitatif Obat hal  48 – 52. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

About rgmaisyah

Hidup sangat indah bila kita mau berbagi kebahagiaan kepada sesama...

2 responses »

  1. kakak apoteker ya ?
    saya mau tanya kak , tentang metode bratton-marshal , maksud dari ‘dikopling’ itu apa ya kak ?
    trimakasih kak ^^

  2. rgmaisyah mengatakan:

    terima kasih sdh berkunjung di blog ini. Saya blm apoteker, baru sarjana farmasi🙂
    dikopling, maksudnya ditambahkan suatu bahan ( zat pengkopling) yang akan membentuk persenyawaan kompleks dgn sampel, umumnya membentuk senyawa berwarna yg bisa dibaca dgn spektro visibel. Untuk senyawa dgn gugus amina ( paracetamol dan gol.sulfa) pengkopling yg biasa digunakan n-etil diamina, untuk vit c (asam askorbat) biasa digunakan dcip. Lebih lengkapnya bisa dibaca di e-book pharmaceutical drug analysis yg sdh di upload sebelumnya di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s