Metode Biuret

Larutan protein dibuat alkalis dengan Na OH kemudian ditambahkan larutan Cupri Sulfat ( Cu SO4) encer. Uji ini untuk menunjukkan adanya senyawa-senyawa yang mengandung gugus amida asam (-CONH2) yang berada bersama gugus amida asam yang lain atau gugus yang lain seperti : -CSNH2, -C(NH)NH2, -CH2NH2, -CRHNH2, -CHOHCH2NH2, -CHOHCH2NH2, -CHNH2CH2OH, -CHNH2CHOH.

Dengan demikian uji Biuret tidak hanya untuk protein tetapi zat lain seperti Biuret atau malonamida juga memberikan reaksi positif yaitu ditandai dengan timbulnya warna merah-violet atau biru-violet.

Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut ;

Reaksi Pada Uji Biuret

Reaksi Pada Uji Biuret

Intensitas warna tergantung pada konsentrasi protein yang ditera. Penentuan protein cara biuret adalah dengan mengukur optical density (OD) pada panjang gelombang 560 – 580 nm. Agar dapat menghitung banyaknya protein maka perlu lebih dahuu dibuat kurva baku/standar yang melukiskan hubungan antara konsentrasi protein dengan OD pada panjang gelombang terpilih. Dibandingkan dengan cara Kjeldahl maka biuret lebih baik karena hanya protein atau senyawa peptida yabf bereaksi dengan biurety, kecuali urea.

Referensi :

Slamet Sudarmaji, bambang Haryono, Suhardi. 2007. Analisis bahan Makanan dan Pangan. Penerbit Liberty. Yogyakarta. Hal : 145-146.

About rgmaisyah

Hidup sangat indah bila kita mau berbagi kebahagiaan kepada sesama...

4 responses »

  1. werry pratama mengatakan:

    Terimakasih infonya… buat referensi laporan

  2. veby mengatakan:

    as,,,saya butuh referensi buat skripsi saya ni mbak, judul skripsi saya ” pengaruh prosedur ekstraksi terhadap rendemen bromelin kasar dari kulit nenas “,saya stuckned dipembahasannya mbak,,,mohon bantuannya

  3. veby mengatakan:

    maaf ya mbak saya nanya lagi hehehe…. didalam penelitian dilakukan 4 prosedur ekstraksi yg berbeda beda larutan, ….
    1. dengan larutan aseton
    2.dengan larutan amonium sulfat
    3. aseton + amonium sulfat
    4. aseton + bufer posfat ph 7 + amonium sulfat
    nah pertanyaan saya, kenapa pada prosedur yg kedua dengn larutan amonium sulfat lebih tinggi rendemen dan kadar proteinnya,,,???
    trus pertanyaan kedua saya,,, kenapa pada prosedur yg keempaT dengan kombinasi larutan malah lebih rendah,kita tahu bufer posfat it gunanya untuk menstabilkan ph????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s