Antiseptik dan desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menginaktivasi/membunuh mikroorganisme patogen yang dapat menginfeksi manusia atau binatang, dan telah digunakan secara luas baik di rumah sakit maupun di sarana kesehatan lainnya dengan tujuan penggunaan secara topical maupun untuk aplikasi pada permukaan. Dan seiring perkembangan zaman, bahan-bahan antiseptik ini telah diintegrasikan dalam berbagai produk rumah tangga seperti sabun mandi, detergen, cairan pencuci piring dan cairan pembersih. Sehingga dikenal istilah antiseptik konsumer (Consumer Antiseptic) yang merujuk kepada kelompok produk dengan obat/bahan antimikroba yang dipasarkan atau ditujukan untuk penggunaan secara umum dengan tujuan tertentu.

Merujuk pada tujuan penggunaannya , antiseptik dan desinfektan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme, penggunaan antiseptic ditujukan untuk aplikasi pada kulit atau jaringan hidup, dan sebaliknya untuk desinfektan ditujukan untuk aplikasi pada permukaan/objek yang tidak hidup. Dan secara garis besar, desinfektan, termasuk bakterisida, fungisida, virusida, mikobakterisida, tuberkulosida, sporisida, sterilants atau kombinasinya.

Sejarah penggunaan antiseptik dimulai oleh Joseph Lister (1827-1912) yang dikenal sebagai  “Bapak  Antiseptik ” . Ia adalah seorang profesor bedah di University of Glasgow dan Edinburg dan kemudian di King College , London, yang memperkenalkan sistem aseptik pada 21 September 1867 melalui publikasinya pada British Medical Journal yang berjudul “Antiseptic Principle in The Practice of Surgery” . Joseph Lister sangat tertarik dalam pencegahan sepsis pasca operasi , dengan teori mikroba pathogen dari Pasteur dan menyimpulkan bahwa sepsis atau infeksi luka mungkin karena pertumbuhan mikroba , yang berasal dari atmosfer . Ia berhasil mencegah sepsis pasca operasi dengan memperkenalkan teknik antiseptik . Dengan menggunakan karbol (Fenol) sebagai semprotan pada luka atau selama operasi . Ia  menutup luka dengan kain yang direndam dalam asam karbol pada luka . Akibatnya , ada penurunan terjadinya sepsis pasca operasi , peradangan dan luka. Ini menyelamatkan jutaan nyawa dari kematian akibat luka yang infeksi. Operasi antiseptik Lister kemudian menyebabkan perkembangan operasi aseptik.

Antibiotik

Bahan antiseptik dan desinfektan, harus memiliki sifat-sifat berikut :

1. Stabilitas kimia

2. Ekonomis

3. Tidak berwarna, dengan warna dan bau diterima.

4. Bakterisida, tidak hanya statis tetapi mampu menghancurkan spora .

5. Spektrum kerja yang lebih luas .

Antiseptik juga harus :

1. Aksi yang cepat  dan aksi mematikan yang berkelanjutan.

2. Tidak menyebabkan iritasi pada jaringan ketika digunakan.

3. Non-alergi terhadap subjek.

4. Tidak ada toksisitas sistemik (Tidak diserap).

5. Tetap Aktif , dengan adanya  cairan tubuh misalnya :  darah & nanah.

Desinfektan juga harus :

1. Non-korosif

2. Mampu berpenetrasi dengan baik

3. Kompatibel dengan senyawa organik lain seperti sabun.

Desinfektan digolongkan menjadi 3 kategori berdasarkan tingkat potensinya , sebagai berikut :

  1. Tingkat tinggi, yang digunakan untuk pengolahan  instrumen semi-kritis atau perangkat dan termasuk zat diatur oleh Food and Drug Administration (FDA) seperti glutaraldehid, klorin dioksida-hidrogen peroksida, orthophthaldehyde-, dan formulasi berbasis asam perasetat;
  2. Tingkat menengah, yang digunakan untuk desinfektan tips untuk epilator jarum dan termasuk zat diatur oleh Environmental Protection Agency (EPA) seperti alkohol yang mengandung 70 sampai 90 persen etanol atau isopropanol, senyawa klorin, dan fenolik atau iodophor dengan persiapan tertentu yang ditetapkan oleh EPA;
  3. Tingkat rendah, yang digunakan untuk disinfeksi permukaan lingkungan atau non-instrumen dan termasuk dalam bahan yang  diatur oleh EPA seperti senyawa amonium kuaterner dan fenolik atau iodophor dengan persiapan tertentu yang ditetapkan oleh EPA.

Kategori Produk Antiseptik  :

  1. Penggunaan Pribadi secara Domestik : Produk yang digunakan secara domestik (produk rumah tangga) oleh perorangan untuk mengurangi organisme pada kulit.
  2. Pengunaan Pribadi secara Komersial : Produk yang tersedia untuk publik secara umum untuk digunakan dan bertujuan untuk mengurangi organisme pada kulit dilingkungan komersial atau institusional.
  3. Penggunaan Untuk Makanan Secara Profesional : Digunakan untuk penanganan produk makanan untuk mengurangi organisme termasuk proses produksi makanan dan termasuk restoran, supermarket dan outlet makanan siap saji.
  4. Pengunaan Untuk Kesehatan Secara Profesional : Produk yang ditujukan untuk pengunaan secara perorangan untuk mengurangi organisme pada kulit dalam lingkungan kesehatan ( klinik, rumah sakit).

Bahan-bahan yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan adalah :

  1. Alkohol dan turunannya
  2. Fenol dan turunannya
  3. Aldehid
  4. Biguanida
  5. Halogen dan bahan pelepas halogen
  6. Senyawa Logam berat dan turunannya
  7. Senyawa Amonium Kuartener
  8. Anilida
  9. Bisphenol
  10. Peroksigen

DEFINISI / ISTILAH 

  • Desinfektan adalah bahan yang direkomendasikan oleh produsen untuk aplikasi pada objek/benda mati untuk membunuh berbagai mikroorganisme. (Therapeutic Goods Order No. 54 — Standard for Disinfectants and Sterilants ).
  • Disinfeksi adalah menghilangkan mikroorganisme dalam bentuk vegetatif, melepaskan karakteristik patogennya, dari permukaan dan benda mati, dengan kemungkinan pula menghilangkan spora bakteri. (Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences vol. 45-2009)
  • Sterilisasi adalah suatu proses untuk memperoleh penghilangan atau penghancuran sempurna dari semua bentuk mikroorganisme yang bisa berkembang selama siklus umur simpan dari suatu barang. Secara konvensional, suatu barang dianggap steril ketika probabilitas kelangsungan hidup mikroorganisme yang lebih rendah dari 1:1.000.000 (10-6) . (Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences vol. 45-2009)
  • Antiseptik adalah bahan  yang direkomendasikan oleh produsen untuk aplikasi dermal, atau aplikasi pada selaput lendir manusia atau hewan untuk membunuh mikroorganisme, atau untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme pada tingkat yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi klinis. (Therapeutic Goods Order No. 54 — Standard for Disinfectants and Sterilants ).
  • Consumer Antiseptic : Produk (obat) antimikroba yang dipasarkan atau ditujukan untuk penggunaan secara umum dalam berbagai lingkungan. Contohnya : Sabun antibakteri, hand-sanitizer, tissu antibakteri. ( NDAC, 2005).
  • Antisepsis adalah penerapan antiseptik pada jaringan hidup menyebabkan terjadinya aksi/kerja pada struktur atau metabolisme mikro-organisme ke tingkat dinilai untuk mencegah dan / atau membatasi dan / atau mengobati infeksi jaringan tersebut. (CEN / TC 216)
  • Sanitizer  adalah produk yang mengurangi jumlah mikroorganisme yang ada secara signifikan, misalnya, penurunan 3 log10 (99,9%) atau lebih, atau tingkat yang dapat diterima yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan federal atau provinsi. (Health Canada Guidance Document, 2007)

REFERENSI

  1. NDCA Briefing Document : Benefits and Hazards of Consumer Antiseptic Drug Product. 22 September 2005.
  2. Asif Husain. Et.all. MEDICINAL CHEMISTRY Chemotherapy : Antiseptic
  3. Food contact surface,2011
  4. Medical Microbiology. Pp.6 Available as PDF file. Source : http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&ved=0CFYQFjAG&url=http%3A%2F%2Fwww.newagepublishers.com%2Fsamplechapter%2F001714.pdf&ei=Cri1UsudNYWyrgfm1oCgCA&usg=AFQjCNFo9Kc70lfgl0dct4F6dVrHQzR1FQ&bvm=bv.58187178,d.bmk
  5. J.Lister. Antiseptic Principle in The Practice of Surgery. British Medical Journal. 21 September 1867
  6. G. McDonnell, A. Denver Russell. Antiseptic and Disinfectatns : Activity, Action and Resistance. Clinical Microbiology Reviews. Pp. 147-179. Januari 1999.
  7. Christian Jäkel. Disinfectants for Human Use – Classification as Medicinal Products even following 15th amendment to the AMG ,Hyg.Med. 21/10/2009
  8. Therapeutic Goods Order No. 54 — Standard for Disinfectants and Sterilants. Office of Legislative Drafting and Publishing, Attorney-General’s Department, Canberra. 25 Maret 2009.
  9. Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences vol. 45-2009
  10. CEN / TC 216
  11. Health Canada Guidance Document Disinfectant Drugs,  2007

bth_Thank_you_small

 

About rgmaisyah

Hidup sangat indah bila kita mau berbagi kebahagiaan kepada sesama...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s