stock-photo-20504616-hand-of-a-technician-inoculating-plates  animation_07

Review Jurnal  :

Jurnal yang diterbitkan Bulan Februari 2012 ini,bertujuan  untuk melakukan pengujian kualitas mikrobiologi pada 57 sampel kosmetik dari berbagai merek yang diproduksi dan beredar di Jordania, untuk tujuan penggunaan pada rambut dan kulit, yaitu Shampoo, Hair styling gel, Hair groom, Hair repair emulsion, Body lotion, Hand and body cream dan Peeling cream.

Hal yang menjadi latar belakang dari penelitian tersebut adalah hanya ada 1 publikasi di Jordania (1994) mengenai kualitas mikrobiologi produk kosmetik komersial yang telah diproduksi. Kosmetik diformulasi dari berbagai bahan kimia dan juga mengandung air, dengan kondisi lingkungan yang mendukung, kontaminan ( mikroorganisme) dapat saja muncul selama proses produksi (dimana Guidelines GMP juga termasuk pada control mikrobiologi dari bahan dasar, ruahan, produk jadi, bahan pengemas, personel, peralatan dan area penyimpanan) atau pada saat penggunaan oleh konsumen (penyimpanan dan penggunaan berulang).

Untuk pengujian kualitas mikrobiologi pada kosmetik ini, menggunakan metode umum yaitu metode Plate Count (CFU) untuk perhitungan jumlah mikroorganisme; Pengkayaan media kultur dan isolasi serta identifikasi; Evaluasi pengawet dan Efektivitas dari bahan penetral. Jurnal ini mengunakan referensi metode dari ISO 11930.

1. Perhitungan Jumlah Mikroorganisme

1 gram sediaan ditambahkan dapar fosfat dengan bahan penetral ( 0.5% Polisorbat 80 ) yang telah disterilkan menggunakan autoklaf dan 10 seri pengenceran dibuat secara aseptic. Untuk jumlah bakteri digunakan medium SBCD inkubasi pada 37ºC selama 48 jam dan untuk jamur menunakan medium SDA (yang ditambahkan antibiotic kloramfenikol dan entamisin, untuk menhambat pertumbuhan bakteri, tes konfirmasi sebaai jamur dengan tes disc difusi) diikubasi suhu 25ºC selama 14 hari. Metode yang digunakan adalah metode tuang (Pour plate).

HASIL :

5.3% produk dengan kontaminan kurang dari 102CFU g-1, 12.3% 102-104 CFU g-1 dan 26.3% diatas 104 CFU g-1.

2. Pengkayaan Media Kultur dan Identifikasi Isolat

Koloni yang tumbuh dari tes pertama, dipindahkan dengan teknik gores ke medium SBCD padat diinkubasi pada suhu 37 derajat C selama 48 jam. Dilakukan identifikasi untuk kultur murni ( koagulase, katalase, urease, reaksi gram, bentuk, pengenceran gelatin, pembentukan spora, fermentasi glukosa, dan tes konvensional lainnya). Isolasi E.coli, P.aeruginosa dan S.aureus dilakukan dengan teknik yang telah dipublikasikan oleh ISO. Pengujian dilakukan 3 kali replikasi untuk masing-masing merek produk.

HASIL :

Presentation1Berdasarkan standart ISO, seharusnya organisme-organisme diatas, tidak boleh ada dalam produk tersebut.

3. Evaluasi Pengawet

Produk yang bebas kontaminan (digunakan 32 produk) dilakukan Challenge Test dengan P.aeruginosa ATCC 9027 (salah satu organisme yang direkomendasikan ileh ISO/WD 11930) ditumbukan pada agar SBCD dengan dapar fosfat pH 7. Absorban suspensi diukur dengan Spektrofotometer pada panjang gelombang 625 nm dibandingkan dengan standart McFarland 0.5 dengan dapar yang sama. Suspensi dengan 2 x 108 CFU ml-1 yang ditentukan dengan Plate Count. Challenge Test dilakukan dengan 0.1ml dari suspensi inoculum uji pada 20 g contoh produk,hingga diperoleh 106 CFU ml-1. Diinkubasi pada penangas air dengan pengadukan suhu 27ºC dan dipindahkan secara aseptic pada hari ke 0, 7, 14,21 dan 28 untuk perhitungan jumlah bakteri. Contoh produk yang tidak diinokulasi bakteri, digunakan sebagai kontrol. Produk dengan efektivitas pengawet yang baik menunjukkan penurunan 99.9% dari jumlah bakteri inokulat awal pada inkubasi hari ke 7 dan tidak ada peningkatan inokulat bakteri hari ke 28.

HASIL :

9 merek produk dari 32 merek yang diuji, yang menunjukkan efektivitas pengawet tidak dapat diterima sesuai kualitas mikrobiologi

4. Efektivitas Bahan Penetral.

20g alikuot produk yang bebas kontaminan dilakukan Challenge Test dengan P.aeruginosa ATCC 9027 hingga diperoleh 103 CFU -1 pada merek tertentu. 1g sampel diencerkan dalam 9 ml dapar fosfat dengan 0.5% polisorbat 80. Dibuat 10 seri pengenceran, dibarkan pada suhu kamar selama 40 menit. Hasil recovery paling kurang 50% dari perumbuhan bakteri yang diinokulasikan pada SBCD agar menunjukkan efektivitas dari 0.5% Polisorbat 80 sebagai bahan penetral.

HASIL :

Polisorbat 80 menunjukkan efektivitas yang baik sebagai bahan penetral yang mampu mengcover lebih dari 50% bakteri yang digunakan dalam Challenge Test.

Sebagai catatan, Challenge Test pada jurnal ini hanya menggunakan 1 mikroba uji yaitu Pseudomonas aeruginosa, seharusnya menggunakan 5 mikroba uji yaitu Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans dan Aspergillus niger. Dari hasil yan dipublikasikan oleh jurnal ini, maka diperlukan tahap pengembangan dalam produksi kosmetik dalam hal peningkatan kualitas mikrobiologi dari produk, serta pencantuman komposisi dari produk, terutama bahan pengawet yang digunakan hal ini berkaitan dengan regulasi kosmetik.

Jurnal Acuan : Microbiological quality of hair and skin care cosmetics manufactured in Jordan

About rgmaisyah

Hidup sangat indah bila kita mau berbagi kebahagiaan kepada sesama...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s