Kapas merupakan salah satu komoditas non-makanan yang paling penting di dunia.Lebih dari 70 negara di dunia menanam kapas sebagai bahan komersil.Serat kapas banyak digunakan dalam produk perawatan (produk sanitasi, kapas pembersih make up, cotton bud), peralatan rumah tangga (handuk, mantel mandi, selimut, kasur), produk untuk anak (mainan, popok), berbagai jenis pakaian dan produk tekstil, beberapa alat tulis dan kartu catatan.Biji kapas juga digunakan sebagai makanan hewan dan minyak biji kapas organik digunakan pula dalam produk makanan, seperti kue dan keripik.Pada proses penanaman kapas, biasanya digunakan pestisida untuk meningkatkan ketahanan tanaman dari hama tanaman sehingga panen yang dihasilkan melimpah. Permasalahan utama dalam produksi kapas terletak pada penggunaan pestisida berupa senyawa kimia.

Regulasi mengenai gumpalan kapas, kasa, pembalut dan barang semacam itu (misalnya, perban, plester berperekat, tapal obat) diatur dalam SNI HS 3005, sedangkan untuk pembalut sendiri terdapat pada SNI HS 3005.90.10.00, SNI HS 4818.40.20.00 dan SNI HS 5601.10.00.00. Aturan SNI mencakup aturan mengenai kualitas dari kapas akan tetapi hingga sejauh ini, belum ada regulasi yang mengatur kandungan residu pestisida dalam kapas.Khusus untuk produk tekstil, terdapat 1 lembaga internasional yang beranggotakan 15 lembaga penguji dan peneliti terkemuka dari Eropa dan Jepang yang memiliki standar dalam pembuatan produk tekstil. Lembaga yang bernama Standar Oeko-Tex® 100 ini memiliki standar yang dapat dijadikan acuan bagi industri dalam pembuatan produk tekstil berkualitas tinggi yang ramah lingkungan.

Standar Oeko-Tex® 100 membagi produk tekstil menjadi 4 jenis kategori, yaitu :

Kelas Produk 1 (produk untuk bayi): Produk untuk bayi dalam konteks standar ini adalah semua artikel, material dasar dan aksesoris, yang dipersiapkan untuk produksi artikel-artikel untuk bayi dan anak-anak hingga usia 36 bulan dengan pengecualian pakaian dari kulit.

Kelas Produk 2(produk dengan kontak langsung pada kulit) : Produk dengan kontak langsung pada kulit adalah artikel yang jika dikenakan, sebagian besar permukaannya memiliki kontak langsung dengan kulit (seperti blus, kaus, pakaian dalam, dsb)

Kelas Produk 3 (produk yang tidak mengontak langsung dengan kulit): produk dengan kontak tidak langsung pada kulit adalah artikel-artikel yang jika dikenakan hanya sebagian kecil permukaannya saja yang memiliki kontak langsung dengan kulit (seperti jaket, dsb)

Kelas Produk 4 (material dekorasi) : Material dekoratif dalam konteks standar ini adalah semua artikel termasuk produk-produk awal dan aksesoris yang akan digunakan untuk dekorasi seperti taplak meja, pelapis dinding, kain perabotan rumah tangga dan kain gorden, kain pelapis dan lain-lain.

Referensi :

  1. Oeko-Tex Standard 100—General and Special Conditions, The International Association for Research and Testing in the field of Textile Ecology (Öko-Tex, Zürich), http://www.oeko-tex.com, Date accessed (16 Sept, 2013)

Tugas PKRT, by : Farwah.

About rgmaisyah

Hidup sangat indah bila kita mau berbagi kebahagiaan kepada sesama...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s