Vaksin MMR dan autisme : kisah penipuan ilmiah?


Korelasi Autisme dan Vaksin MMR.

Zullies Ikawati's Weblog

Dear kawan,

 Maap, yah…. sudah lama tidak menulis lagi di blog ini…. lagi banyak pekerjaan koreksi-koreksi ujian dan lain-lain yang perlu diprioritaskan. Lagian sedang banyak yang lagi dipikirin….. tentang hidup ini..(cieee!). Well, tapi membiarkan blog ini tanpa tulisan baru juga jadi tambahan pikiran hehe….. mungkin sudah ada yang menanti (lebaaay……)… Yah, untung aku bukan penulis beneran yang mengandalkan nafkah dari menulis… Lha, kalau lagi ngga mood gini atau ga ada ide tulisan, bisa-bisa ngga makan deh….

Kawan, sebuah newsletter yang kulanggan dari Medscape belum lama ini memberitakan tentang tuduhan bahwa informasi tentang vaksin MMR sebagai penyebab autis adalah sebuah penipuan. Sementara, seorang teman di Face Book sempat pula menanyakan masalah tentang vaksin MMR dan autisme. Jadi aku pikir topik ini pasti bermanfaat jika diangkat sebagai tulisan dalam blog ini… walaupun sempat agak enggan menuliskannya.

Enggan? …Yah….menulis tentang autis selalu terasa mengiris…. karena itu akan membuatku sedih dan teringat si…

Lihat pos aslinya 991 kata lagi

My New Book : Ayah Edy Punya Cerita


These one, recommended book very with inspiring parenting story.

Available in Gramedia books store, Toga Mas Books store ( i buy these book here, with special discount 🙂 ) , and many more. You can buy it online too, from gramedia online or pustaka kecil (Search on Facebook).

Book : Ayah Edy Punya Cerita ( Noura Publishing )

Normal price Rp. 49.000 so not expensive.

Happy reading and get more inspiration 🙂

*********

Nilai Rf KLT


Nilai Rf dinyatakan hingga angka 1,0 beberapa pustaka menyatakan nilai Rf yang baik yang menunjukkan pemisahan yang cukup baik adalah berkisar antara 0,2-0,8.

Faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan noda dalam KLT yang juga mempengaruhi nilai Rf :
1. Struktur kimia dari senyawa yang sedang dipisahkan.
2. Sifat dari penjerap dan derajat aktifitasnya.
3. Tebal dan kerataan dari lapisan penjerap. Ketikrataan akan menyebabkan aliran pelarut menjadi tidak rata pula pada daerah yang kecil dari plat.
4. Pelarut (dan derajat kemurniannya) fase gerak.
5. Derajat kejenuhan dari uap dalam bejana pengembangan yang digunakan.
6. Teknik percobaan. Dalam hal metode aliran penaikan.
7. Jumlah cuplikan yang digunakan.
8. Suhu. Pemisahan-pemisahan sebaiknya dikerjakan pada suhu yang tetap, karena suhu berkaitan dengan perubahan pada komponen pelarut.
9. Kesetimbangan. Kesetimbangan tekanan atmosfer dalam bejana yang tidak jenuh dengan uap pelarut akan terjadi pengembangan dengan permukaan cekung dimana fase gerak akan bergerak lebih cepat pada bagian tepi daripada bagian tengah.

*******

 

Batasan & Pengolongan Analisis Kuantitatif


Analisis kimia farmasi kuantitatif dapat didefinisikan sebagai penggunaan (aplikasi) prosedur kimia analisis kuantitatif terhadap bahan-bahan yang dipakai dalam bidang farmasi terutama dalam menentukan kadar dan mutu dari obat-obatan dan senyawa-senyawa kimia yang tercantum dalam Farmakope-Farmakaope serta buku-buku lainnya seperti formularium-formularium.
Analisis kimia farmasi kuantitatif biasanya dibagi menjadi beberapa macam analisis berdasarkan metode dan teknik kerjanya, yaitu :
1. Analisis Gravimetri, ialah analisis kimia kuantitatif dengan pemisahan senyawa yang telah dikenal, yang merupakan hasil akhir yang diperoleh dari proses pemisahan misalnya ekstraksi, reaksi pengendapan, atau cara lain terhadap kandungan zat yang akan ditentukan baik yang masih terdapat dalam bentuk alami maupun dalam bentuk sediaan tertentu.
2. Analisis Volumetri, ialah analisis kimia kuantitatif dengan menentukan volume larutan yang telah diketahui kadarnya, yang akan bereaksi dengan sejumlah senyawa yang akan dianalisis. Karena teknik analisis ini biasanya dilakukan dengan titrasi maka disebut juga analisis titrimetri.
3. Analisis Gasometri, ialah analisis kimia kuantitatif dengan mengukur volume gas yang dibebaskan dan/atau pengurangan volume campuran gas bila dipakai pereaksi yang sesuai untuk menghilangkan salah satu gas yang ada.
4. Analisis dengan metode kimia fisika berdasarkan atas beberapa sifat fisis dan kimia yang khusus, biasanya untuk ini dibutuhkan teknik instrumental dan metode yang paling banyak ditetapkan adalah :
– Spektrofotometri
– Elektrometri
– Konduktimetri
– Kolorimetri
– Fluorometri
– Nefelometri
– Turbidimetri
– Refraktometri
– Polarimetri
Akan tetapi seringkali kurang praktis apabila kita berpegang teguh pada penggolongan diatas, karena ada beberapa tahapan kerja tertentu seperti penentuan kadar alkaloid dan kandungan minyak atsiri telah berkembang kesuatu titik dimana telah tersusun hal-hal dengan prinsip dan teknik penetapan yang sama bila dikerjakan secara gravimetri maupun volumetri

Referensi :

Kimia Farmasi Kuantitatif, 2000, Jeanny Wunas, UNHAS – Makassar. pp 1-2.

Colourfull Flower from My Instagram Photo


Colourfull Flower from My Instagram Photo

Get these nice object @Paris Van Java Mall, Bandung – West java on Februari 2014.